Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 April 2010

Carl Zeiss untuk Leica 21mm F/4.5 C Biogon ZM


Lensa baru dari Carl Zeis baru saja diluncurkan. Dengan focal length sebesar 21 mm yang dimiliki oleh lensa ini pemandangan yang ada di depan anda bisa direngkuh dalam sekali jepret. Carl zeis tidak puas lensanya hanya disebut sebagai lensa wide angle lens tetapi lensa ini di masukkan dalam kelas super wide angle. Bagaimana dengan kekuatan lensanya? Lensa ini dianugerahi bukaan maksimum sebesar f/4.5, meskipun tidak sekuat lensa-lensa berbukaan maksimum f/2 tetapi lensa ini dapat menghasilkan gambar yang bebas distorsi pada seluruh bukaan yang dimiliki oleh lensa ini, padahal distorsi merupakan tantangan terbesar dalam membuat lensa wide angle...sungguh sebuah lensa yang luar biasa.

Lensa ini bentuknya kompak dan desainnya sedikit klasik, relatif lebih kecil dibandingkan dengan pendahulunya Biogon T* 2,8/21 ZM. Karena kompak dan ringkas, lensa ini cocok digunkan sebagai sahabat perjalanan. Lensa ini di peruntukkan untuk kamera Leica dengan crop faktor sebesar 1.3, sehingga focal length efektif lensa setara dengan 27 mm pada format 35 mm.Terakhir dan paling penting, lensa ini dibanderol seharga Rp 10.164.500. Yah...memang tidak pas dengan kantong mahasiswa (hehehe...) tetapi memang kualitas yang dijual sebanding dengan harganya. Seperti istilah dalam bahasa jawa "ono rego ono rupo" (ada uang ada barang-pen)
Ini contoh gambar jepretan menggunakan lensa ini:

Info lebih lanjut : JPC Kemang

Sabtu, 17 April 2010

Fuji Finepix HS10, kamera 30x zoom pertama


Kamera yang satu ini benar-benar luar biasa. Dengan zoom optik 30x fujifilm mengklaim kamera prosumer keluaran barunya ini sebagai "world's first 30x optical zoom with high speed CMOS". Fuji Finepix HS10 dipaket dengan menggunakan sensor CMOS serta dibekali lensa berfocal length 24-720mm f/2.8-5.6. Yang menarik disini, sistem zoomnya dikendalikan secara mekanik sehingga mirip dengan DSLR. Kemiripannya dengan DSLR tidak hanya itu saja akan tetapi tersedia juga format RAW yang selama ini hanya dimiliki oleh DSLR saja.
Tidak berhenti pada fungsi still foto saja, tampaknya ada yang kurang apabila kamera keluaran baru-baru ini tidak dijejali dengan fungsi video. Fuji Finepix HS10 dapat merekam HD movie beresolusi 1920x1080 dengan frame rate 30fps berkompresi MPEG-4 dan audio stream. Kamera ini dilengkapi dengan LCD yang lapang berukuran 3 inchi, sangat mengagumkan untuk menampilkan hasil jepretan anda.
Betapa saya tidak ngiler dengan fitur yang segudang itu? Bila anda juga ngiler dan ingin segera memilikinya siapkanlah dana sekitar Rp.4.850.000 dan anda berhak mendapatkan kamera yang bertitel "world's first 30x optical zoom with high speed CMOS" ini.

Kamera Twin Lens Reflex (TLR)


Kamera Twin Lens Reflex atau yang biasa disingkat TLR merupakan kamera yang memiliki dua lensa dengan panjang fokal sama. Kamera ini biasanya digunakan sejajar dengan perut pengguna karena viewfindernya terletak di bagian atas dengan cermin 45 derajat. Kamera ini tampak sangat jadul (memang iya...), tetapi dipopulerkan kembali oleh serial kamen rider Decade sebagai salah satu bagian dari fashion Tsukasa Kadoya.

Keuntungan dari kamera ini yaitu :
* Keuntungan utama TLR yaitu kesederhanaan mekanik dibandingkan dengan lensa tunggal. SLR harus menggunakan beberapa metode untuk menghalangi cahaya dari film mencapai selama fokus, baik dengan pesawat rana fokus (paling umum) atau dengan cermin refleks itu sendiri. Kedua metode noise signifikan terhadap operasi kamera, serta curah signifikan dan berat. Kebanyakan TLRs menggunakan daun rana di lensa. Hanya suara mekanik selama eksposur adalah dari daun rana membuka dan menutup. Kebanyakan TLRs juga secara signifikan lebih ringan dalam berat daripada SLR medium format.

* berbeda dari lensa kamera tunggal refleks (SLR) dalam beberapa hal. Pertama, tidak seperti hampir semua SLR, TLRs memberikan citra kontinu pada layar finder. Tampilan tidak keluar tidak hitam saat terpapar.

* Karena cermin tidak perlu keluar, gambar dapat diambil lebih dekat ketika waktu shutter ditekan oleh fotografer. Dengan kamera ini, shutter lag (keterlambatan menutup rana) dapat diperkecil sehingga menguntungkan dalam peotretan aksi-aksi cepat.

* bagus untuk "foto candid" karena keberadaan kamera terletak di dada dengan digantungkan dengan tali leher.

* Model dengan daun jendela daun dalam lensa daripada jendela focal-plane dapat menyinkronkan dengan flash dengan kecepatan lebih tinggi dari SLR bisa. Kombinasi fitur-fitur ini sangat menguntungkan saat mengambil gambar aksi berpose (seperti, misalnya, seorang seniman bela diri mengeksekusi tendangan atau melompat) dalam kombinasi dengan flash intensitas tinggi elektronik untuk membekukan tindakan.

* Karena ketersediaan kamera medium format dan kemudahan komposisi gambar, TLR juga disukai oleh banyak potret studio untuk pose statis.

* Keuntungan lain dari desain TLR dapat dilihat saat paparan panjang diperlukan. Selama pemaparan, cermin suatu SLR yang harus ditarik kembali, pingsan foto dalam jendela bidik. Sebuah cermin TLR adalah tetap dan lensa tetap terbuka mengambil seluruh eksposur, membiarkan fotografer memeriksa gambar saat pemaparan sedang berlangsung. Hal ini dapat memudahkan penciptaan efek pencahayaan khusus atau transparansi.

Hasil dari kamera TLR

Sumber : wikipedia , the click shop